Contoh, ketika melihat kucing, kemudian mengelus-elus kucing tersebut. Tak sengaja ia menarik ekor kucing itu, sehingga si kucing mencakar tangannya. Anak pun ketakutan sampai menangis. Sejak peristiwa itu, si prasekolah jadi lebih cemas ketika ada kucing di dekatnya, sekalipun kucing itu tak langsung mendekatinya.

Baca juga : toefl ibt jakarta

JENIS KECEMASAN ANAK Berikut beberapa jenis kecemasan yang umum dirasakan anak pada usia prasekolah. Separation anxiety atau kecemasan saat berpisah dengan orangtua. Mungkin tidak selalu terjadi setiap saat, tetapi bisa muncul pada saat anak berhadapan dengan momen penting dalam hidupnya, seperti hari pertama sekolah atau pindah daycare. Prasekolah akan protes atau menangis saat berpisah dari mama papanya. Ia lalu menolak pergi sekolah atau ke daycare dan mengeluh sakit. Kecemasan umum yang sering dialami anak.

Contoh, ada monster di bawah tempat tidur, anjing galak di rumah tetangga, kecoa terbang, atau suasana gelap yang mendadak. Rasa takut ini bisa ditelusuri ke dua penyebab utama, yakni imajinasinya yang luar biasa dan kurangnya pengalaman anak. Apalagi prasekolah sangat mudah dipengaruhi, selain mudah meniru. Jadi, tidaklah heran jika anak dengan cepat mengadopsi rasa takut dari kakaknya, teman sebaya , orang yang ia lihat di TV, atau bahkan dari orangtuanya. Kecemasan sosial. Terutama jika berada di lingkungan baru dan saat harus tampil di depan orang banyak. Beberapa prasekolah bisa menyesuaikan diri dengan mudah ketika bertemu teman baru atau berada di tempat baru.

Beberapa anak memilih “menempel’” dengan orangtuanya daripada bermain bersama teman baru. BANTU KELOLA RASA CEMAS Saat prasekolah menunjukkan tanda-tanda cemas, bantu anak mengakui rasa takut itu, jangan malah mengabaikan atau menghilangkannya. Saat prasekolah cemas lantaran kita akan pergi ke kantor, umpamanya, sementara ia harus sekolah, katakan ia pasti senang di sekolah karena banyak teman. Sampaikan pula, kita akan menelepon anak sepulang ia sekolah dan sorenya kita sudah tiba lagi di rumah. Ajak anak mendiskusikan pula yang ia cemaskan. Dengarkan lebih dulu apa yang ia khawatirkan, tanpa menilai atau mengatakan “Ah begitu saja kok takut!” Contoh, anak senang sekali main lego.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *