Vagina “Berdarah” Pascapersalinan, Mama akan merasakan vagina merenggang dan lebih sensitif. Selain itu, bagian intim ini akan mengeluarkan cairan yang sebagian besar terdiri atas darah selama beberapa minggu. Hal ini wajar dan alamiah, tak perlu dikhawatirkan, dan tak ada pengaruhnya juga saat melakukan hubungan seks dengan Papa setelah melewati masa tenggang 40 hari pascamelahirkan.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Selain itu, jika Mama tidak menyusui, jadwal haid akan kembali normal sekitar 7–9 minggu setelah melahirkan. Untuk mama menyusui, normal jika tidak mendapat haid selama beberapa bulan mendatang. Suli Menahan Pipis Keluhan lain yang bisa dialami adalah kesulitan menahan pipis setelah melahirkan (postpartum urinary incontinence). Sebabnya, saraf pada vagina mengalami mati rasa. Hal ini bisa terjadi, baik pada Mama yang melahirkan normal maupun sesar. Namun, jangan khawatir, biasanya saraf tersebut akan kembali normal dalam beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan setelah persalinan.

Untuk membantu memperkuat otot panggul bawah, Mama dapat melakukan latihan Kegel. Saat berhubungan intim, jika perlu gunakan pelumas vagina yang dapat membantu memperlancar hubungan intim Mama dan Papa. Menstruasi Setelah bersalin, jika sebelumnya menstruasi Mama tidak teratur, bisa jadi saat ini menjadi teratur. Mengapa? Tak lain karena pengaruh hormon yang terjadi selama hamil. Keistimewaan lainnya, yang biasanya suka mengalami kram saat menstruasi, usai melahirkan umumnya hal itu tak akan dijumpai lagi. Pasalnya, rahim yang memanjang akibat kehamilan dan menurunnya sejumlah reseptor nyeri pada tubuh. Ajaib, ya, Ma!

Risiko atur jadwal lahir

Karena ingin bayi lahir pada tanggal tertentu, sebagian mama memilih metode persalinan sesar. Jika tanggal yang dipilih itu memang sesuai dengan usia kehamilan yang cukup bulan, tidak masalah. Namun bagaimana jika jadwal itu membuat bayi lahir jauh lebih cepat dari semestinya? Sebaiknya pertimbangkan, karena ini bukan tanpa risiko. Bayi lahir lewat persalinan sesar, umumnya dapat mengalami lebih banyak masalah kesehatan. Selain itu, riwayat persalinan sesar dapat menimbulkan masalah paa kehamilan berikutnya. Ditambah lagi, proses pemulihannya lebih lama.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *