Bahkan, risiko ini tak terpengaruh meski Mama sudah menjalani pola hidup lebih sehat. Perbedaan level tekanan darah ini akan terus terjadi hingga Mama memasuki masa menopause.

Baca juga : Kerja di Jerman

MENURUNKAN RISIKO KANKER ENDOMETRIUM. Kemungkinan besar disebabkan rendahnya kadar estrogen selama masa laktasi, sementara risiko kanker endometrium banyak berhubungan dengan stimulasi yang terjadi di area endometrium oleh hormon estrogen, demikian menurut penelitian yang dimuat di jurnal Nutrients. Semakin lama masa menyusui yang dijalani Mama, semakin rendah risiko kanker endrometrium.

MENURUNKAN RISIKO KANKER OVARIUM. Dibandingkan dengan Mama yang menyusui setidaknya selama 18 bulan, Mama yang tak pernah menyusui berisiko 1,5 kali lipat untuk terkena kanker ovarium. Studi yang dimuat di jurnal Cancer Cause & Control mengungkap, perlindungan terhadap kanker ovarium akan semakin tinggi bila Mama menyusui anak terakhir. Ada dugaan, kanker ovarium berhubungan dengan infeksi kecil yang terjadi saat menyusui atau disebut juga mastitis. Saat terjadi mastitis, tubuh mengeluarkan antibodi untuk melawan infeksi, antibodi inilah yang melindungi tubuh terhadap tumor di kemudian hari.

MEMERANGI RISIKO KANKER PAYUDARA TIPE AGRESIF. Studi yang dimuat di jurnal Annals of Oncology memaparkan, Mama menyusui berisiko 20% lebih rendah untuk terkena kanker payudara dalam bentuk agresif, yang disebut juga hormone-receptor negative (HRN). Kanker jenis ini biasanya dialami perempuan di bawah 50 tahun, dengan faktor risiko berupa obesitas dan kehamilan usia dini yang lebih dari satu kali. Umumnya, perempuan dengan faktor risiko ini cenderung tidak menyusui bayinya.

MELINDUNGI DARI ANEMIA. Mama yang memberikan ASI eksklusif umumnya tidak mendapat menstruasi hingga berbulan-bulan sehingga tubuh dapat menyimpan zat besi lebih banyak. Menurut penelitian dari Institute of Medicine, Amerika Serikat, jumlah zat besi yang digunakan oleh tubuh dalam memproduksi ASI lebih sedikit ketimbang yang dilepaskan oleh tubuh saat menstruasi. Alhasil, Mama menyusui pun lebih terhindar dari risiko anemia akibat kekurangan zat besi. Semakin lama Mama tidak mendapatkan menstruasi, semakin kecil risiko terhadap anemia.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *