Meskipun banyak manfaat yang bisa didapat dari berenang, tidak semua anak prasekolah suka diajarkan berenang. Anak-anak memang suka bermain air, tetapi berenang membutuhkan lebih dari sekadar kontak dengan air. Berenang menuntut anak untuk menempatkan dirinya di dalam air, bahkan memasukkan kepala ke dalam air. Hal itulah penyebab utama anak takut belajar berenang.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Dengan memasukkan kepala ke dalam air, anak mengalami sensasi seperti tenggelam, bahkan tak jarang mereka menelan air atau mengalami pusing karena air masuk ke saluran pernapasan mereka. Namun jangan putus asa, Mama Papa bisa mene rapkan trik-trik berikut untuk mendorong anak yang takut belajar berenang; ? Biasakan anak bermain di kolam renang. Jangan buru-buru memaksa anak untuk belajar berenang. Berikan waktu pada si kecil untuk membiasakan dirinya dengan kolam renang. Seringseringlah bawa si kecil mengunjungi kolam renang dan ajak bermain di kolam.

Sertakan permainan yang membuat si kecil harus memasukkan kepalanya ke dalam air, seperti mengambil koin dari dalam air. Sebelumnya, pastikan si kecil tahu teknik untuk menahan napasnya di dalam air. ? Ajak teman-teman dekatnya dan temani si kecil saat bermain di kolam renang. Menginjak usia 3 tahun, anak-anak mulai senang berkelompok dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Pada saat usia ini, anak juga sangat senang meniru hal-hal yang dilakukan oleh para orang dewasa, terutama yang dekat dan dikaguminya.

Bila Mama Papa ikut masuk ke kolam renang dan menemaninya bersama dengan teman-teman, si kecil dapat mempercepat adaptasinya dengan kolam renang. Bahkan jika si kecil melihat ada temannya yang bisa berenang, kemungkinan besar ia akan terdorong untuk minta diajarkan berenang. Setelah si kecil mau belajar berenang dan dapat berenang, tetap berikan rambu-rambu untuk menjaga keselamatan si kecil di kolam renang.

? Pemanasan dan celupan kaki. Setelah memakaikan baju renang yang pas ukuran dan modelnya (sesuai anak-anak), ingatkan pada si kecil untuk selalu melakukan pemanasan sebelum masuk ke kolam. Hal ini penting untuk melenturkan otot-ototnya. Tak jarang kram terjadi karena kurangnya pemanasan. Biasakan juga si kecil untuk selalu mencelupkan kaki terlebih dahulu, diikuti tubuh, dan akhirnya kepala. Jelaskan padanya bahwa tubuh perlu menyesuaikan dengan suhu yang berbeda antara udara dan air. ? Aturan kolam kecil dan kolam besar. Kapan pun si kecil mendatangi kolam renang, ajak mengenali area kolam sebelum masuk ke air.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *