Desain Rumah dengan Sumur Celengan Air dan Dilengkapi Dengan Genset dari Bali

Musim hujan kebanjiran, musim kemarau kekeringan. Itu yang kerap terjadi di Indonesia. Anda mungkin juga mengalaminya. Sejatinya, air hujan yang jatuh ke tanah akan diserap oleh akar-akar dan diikat di dalam tanah. Namun, minimnya pepohonan membuat pengikatan air ini berlangsung tidak baik sehingga ketika musim hujan terjadi banjir, dan ketika musim kemarau terjadi kekeringan.

Selain sumur sebagai sumber cadangan air, tentunya ada pula sumber cadanga listrik yaitu genset. Harga genset murah bisa dibeli melalui Distributor Jual genset Bali yang memberikan diskon harga.

Menanam pohon adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan air tanah, mengurangi dampak banjir dan kekeringan. Namun, cuaca ekstrem yang disertai debit hujan yang tinggi menyebabkan harus ada tambahan cara untuk menyimpan air yang membludak. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan sistem konservasi air dan tanah atau sering disebut sistem Konata. Apa itu Konata? Sesuai dengan namanya, Konata adalah sebuah sistem resapan air yang digunakan untuk menjaga ketersediaan air tanah sekaligus mencegah terjadinya genangan air di suatu wilayah.

Ini adalah salah satu sistem rain harvesting (konservasi air hujan) yang efektif, karena Anda akan dapat menabung dan berinvestasi air tanah ketika hujan, dan memanennya ketika dilanda kekeringan. Pung Noviheryadi, marketing manager PT A’Sumirat (salah satu penyedia sistem Konata), mengatakan sistem ini sama halnya dengan sumur resapan. Namun bila pada sumur resapan bagian bawahnya diletakkan kerikil dan ijuk, sistem Konata tidak demikian.

“Sistem ini bisa disebut biopori raksasa dan jauh lebih efektif dibanding sumur resapan,” ujar Pung. Sistem Konata berbentuk tabung silinder dengan diameter 1m. Pada sisi-sisinya terdapat lubang yang cukup banyak. Lubanglubang tersebut berfungsi untuk menyebarkan air yang masuk ke dalam tanah. Lubang-lubang ini akan menyebarkan air ke segala arah, sehingga air akan lebih terserap oleh tanah. Zeky Ambadar, Direktur PT Konata Alam Lestari mengatakan bahwa kedalaman Konata idealnya adalah 4m. Namun, hal ini bergantung pada letak sumber mata air yang ada di daerah tersebut. “Kalau dalam jarak 2m sudah ketemu air, tentu kita tidak meneruskan penggalian,” ujar Zeky.

Perhatikan Jenis Tanah Konata memiliki daya serap yang tinggi berkat adanya lubanglubang yang berada di sisi-sisinya, daya serapnya juga dipengaruhi pada kemampuan tanah dalam menyerap air (permeabilitas). Daya resap tanah ini juga sangat dipengaruhi oleh tekstur tanah, struktur tanah, porositas tanah, viskositas (kadar kekentalan air, bila terlalu kental akan sulit diserap), dan daya gravitasi bumi. Sistem ini sangat cocok diaplikasikan pada jenis tanah merah, meski Zeky tidak mempermasalahkan jenis tanahnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *